Fania Febriana “kenapa pelaksanaan pemilu di Indonesia tidak menggunakan sistim online?”

Bondowoso, KPUD-Bondowosokab.goid.  Selasa 31 Januari  2017  “ TIM EMPAT “ KPU Bondowoso melakukan sosialisasi di SMK Negeri 1 Tapen sebagai tindak lanjut dari surat KPU Bondowoso Tanggal  18 Januari 2016 nomor : 35/KPU.Kab.014329.693/I/2017 Perihal sosialisasi Pilkada.

Sosialisasi di SMK Negeri 1 Tapen merupakan  sosialisasi  untuk pemilih   pemula, hal ini  sesuai  jadwal  Pilkada seretak Tahap III , Pilkada untuk memilih Gubenur dan Wakil Gubenur Jawa Timur serta  Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso akan dilaksanakan serentak pada tahun 2018, sehingga siswa-siswi yang saat ini masih berusia 16 s/d 17 Tahun pada saat pelaksanaan pilkada mereka akan menggunakan hak politiknya untuk memilih pemimpin Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Bondowoso.

Komisioner  KPU Bondowoso, Junaidi SH  menyampaikan  materi  pengenalan pemilu dan tahapannya serta  syarat-syarat untuk menjadi pemilih yang baik dan cerdas. Dihadapan  76 siswa-siswi SMK Negeri 1 Tapen yang didampingi oleh Ibu  Neny Aneliyah, Junaidi menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang pemilih harus memenuhi syarat :

  1. Usia 17 Tahun;
  2. Sudah/pernah menikah
  3. Bukan anggota TNI/Polri.

 Lebh lanjut  Junaedi,SH menjelaskan bahwa “salah satu bentuk kewajiban warga negara adalah ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan tahapan pemilu, diantaranya  dengan   mengecek,  apakah  nama adik-adik nantinya sudah tercatat sebagai pemilih pada DPT atau belum , sehingga pada pelaksanaan Pilkada serentak Tahun 2018 adik-adik sudah bisa dipastikan  bisa melakukan hak kewajiban politiknya untuk memilih satu pasangan Pemimpin politik yang disukai”  Dijelaskan juga bahwa pada setiap pelaksanaan Pemilu, baik Pemilukada maupun Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden ada 2 penyelenggara yang berperan penting yaitu KPU dan Banwaslu.

KPU adalah lembaga Penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri yang bertugas melaksanakan pemilu  dan dalam pelaksanaan, serta akan selalu diawasi oleh Banwaslu sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan harus berazaskan Mandiri ; Jujur ; Adil ; Kepastian Hukum ; Tertib Penyelenggaraan ; Kepentingan Umum ; Keterbukaan ; Proporsionalitas ; Profesionalitas; Akuntabilitas ; Efisiensi  dan Efektivitas”

Pada sesi tanya jawab, Siswi Fania Febriana menanyakan  “kenapa pelaksanaan pemilu di Indonesia tidak menggunakan sistim online sehingga pelaksanaan Pemilu akan lebih cepat diketahui hasilnya”

Menjawab pertanyaan tersebut Junaidi menjelaskan bahwa salah satu negara yang pemilu secara e_votting ( Pemilu Online) adalah Amerika Serikat, hal ini dapat dilaksanakan karena SDM Pemilih di Amerika Serika dan Indonesia berbeda jauh.” Banyak diantara orang tua kita, kakek dan nenek kita yang juga merupakan pemilih di indonesia tidak akan bisa mengikuti pemilu jika dilaksanakan secara online karena keterbatasan Sumber Daya Manusia  sehinga untuk saat ini Pemilu dengan mecoblos adalah pilihan yang terbaik untuk melayani hak memilih seluruh lapisan pemilih”.  (jun/jsn/rul)

Mungkin Anda Menyukai