HM. E. Kawima: Tiga Pendekatan Dalam Penyusunan Anggaran

Kpud_Bondowosokab.go.id.  Ada tiga poin penting pendekatan yang digunakan dalam penyusunan anggaran. Itu diungkapkan HM. Kawima dalam materi yang disampaikan dalam Rapat Evaluasi LAKIP  Tahun 2015 dan Perencanaan RKA-KL Tahun 2017 KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/ Kota Se-Jatim di Hotel  Luminor Jemursari Surabaya. Acara yang diikuti oleh Divisi Perencanaa dan Data dan Kasubag Perencanaan Program KPU Kabupaten/ Kota se- Jawa Timur, dilaksanakan selama dua hari 29-30 November 2016.

ketua2

Menurut HM. E. Kawima, sekretaris KPU Provinsi Jawa Timur menuturkan bahwa Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan anggaran terdiri atas:

1) pendekatan penganggaran terpadu,

2) penganggaran berbasis kinerja (PBK), dan

3) kerangka pengeluaran jangka menengah (KPJM).

Pendekatan Penganggaran Terpadu, mengintegrasikan seluruh proses perencanaan dan penganggaran. Integrasi atau keterpaduan proses perencanaan dan penganggaran dimaksudkan agar tidak terjadi duplikasi baik yang bersifat investasi maupun untuk keperluan biaya operasional. Mewujudkan Satuan Kerja (Satker) sebagai satu-satunya entitas akuntansi yang bertanggung jawab terhadap aset dan kewajiban yang dimilikinya, serta adanya akun untuk satu transaksi sehingga dipastikan tidak ada duplikasi dalam penggunaannya.

Pendekatan Penganggaran Berbasis Kinerja, tugas-fungsi Unit Kerja yang dilekatkan pada struktur organisasi (money follow function); Terdapatnya fleksibilitas pengelolaan anggaran dengan tetap menjaga prinsip akuntabilitas (let the manager manages).

Pendekatan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah, penyusunan proyeksi/rencana kerangka (asumsi) ekonomi makro untuk jangka menengah. Penyusunan proyeksi/rencana /target-target fiskal (seperti tax ratio, defisit, dan rasio utang pemerintah) jangka menengah. Rencana kerangka anggaran (penerimaan, pengeluaran, dan pembiayaan) jangka menengah (medium term budget framework), yang menghasilkan pagu total belanja pemerintah (resources envelope). Pendistribusian total pagu belanja jangka menengah ke masing-masing K/L (line ministries ceilings). Indikasi pagu K/L dalam jangka menengah tersebut merupakan perkiraan batas tertinggi anggaran belanja dalam jangka menengah; Penjabaran pengeluaran jangka menengah (line ministries ceilings) masing-masing K/L ke masing-masing program dan kegiatan berdasarkan indikasi pagu jangka menengah yang telah ditetapkan.

Lanjut Wima sapaan akrabnya, bahwa setiap kementrian Lembaga yang menerima anggaran untuk membuat RKA-KL tahun 2017. Meskipun ia mengakui bahwa penganggaran KPU masih bersifat Top down, karena perintah maka KPU Kabupaten/ Kota harus membuat RKA-KL, membuat TOR dan RAB sebagai syarat DIPA. Divisi perencanaa dan data harus faham langkah-langkan yang dilakukan ini. Komisioner yang membidangi harus faham karena ini bagian dari tugas dan fungsinya.

Mungkin Anda Menyukai