KPU dan BAWASLU BONDOWOSO BANGUN POSKO PENGADUAN DPT

Bondowoso, Kamis (27/09) pukul 09.00 KPU  Bondowoso bersama Partai Politik  serta Bawaslu Bondowoso melakukan pencermatan ulang DPT-HP di Aula KPU Bondowoso.

Dalam sambutannya, Hairul Anam menyampaikan bahwa pada pelaksanaan Tahapan Pilkada 2018, kita hanya sampai penetapan DPT, tetapi pada tahapan pelaksanaan  Pemilu 2019, kita melakukan perbaikan DPT seperti saat ini yaitu pencermatan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan yang pertama ( DPT-HP).

Kami telah berkoordinasi dengan Bawaslu, Partai Politik, Dinas Kependudukan Bondowoso untuk mendapatkan masukan terkait kemungkinan potensi data pemilih ganda.

Lebih Lanjut Komisioner yang juga menjabat sebagai Ketua KPU Bondowoso menyatakan bahwa  yang perlu kita cermati yaitu, Data Ganda NIK, NKK, Pemilih Baru dan data TMS ( Tidak Memenuhi Syarat). Jika terdapat data yang belum masuk ke dalam data pemilih tetap bisa di cek langsung dengan mengakses di Website CEK SIDALIH. Pencermatan tersebut dilakukan dalam kurun waktu 60 hari ke depan untuk melakukan perbaikan.

Hairul Anam berharap Bawaslu, Partai Politik dapat memberikan masukan dari hasil pencermatan yang dilakukan. Selanjutnya akan dilakukan proses Rekapitulasi seperti proses tahapan DPS, DPSHP hingga rekap DPSHP akhir dari tingkat desa, kecamatan maupun tingkat kabupaten. Serta partisipasi aktif untuk mengawal proses tersebut.

Jadi, Sejauh ini data ganda dan data yang tidak memenuhi syarat masih rekomendasi dari panwaslu kabupaten bondowoso,”Sejauh ini yang terdapat data ganda dan TMS masih rekomendasi dari Bawaslu dan selama 60 hari ke depan diharapkan masukan juga dari parpol peserta pemilu 2019,”Jelasnya.

Selain itu, KPU Kabupaten Bondowoso agar perbaikan DPT lebih maksimal, KPU akan membuka Posko Pengaduan di berbagai titik dari tingkat desa hingga tingkat kabupaten,

”KPU Bondowoso akan membuat posko pengaduan. Tidak hanya di Kpu, di tingkat Desa hingga tingkat Kabupaten akan ada posko pengaduan,” Imbuhnya.

Harapan senada juga disampaikan oleh anggota Bawaslu Bondowoso (Ach Basori ).”Data yang kami temukan terdapat di NIK Ganda, Nama beda, Alamat beda, Orangnyapun juga beda. Terdapat 42 data ganda dan 360 data yang tidak memenuhi syarat di antaranya, 306 orang meninggal dunia, 50 orang pidah, masuk angkatan Polri 1 orang serta 3 data yang tidak di temukan”

Lebih lanjut Komisioner Bawaslu yang juga mantan anggota PPK maesan Periode 2004-2014 menyampaikan bahwa  Bawaslu juga membuat posko pengaduan dari tingkat desa ke tingkat kabupaten yang melalui Panwascam dan Panwasdes,”Tandasnya.

Mungkin Anda Menyukai