Massifkan Pendidikan Pemilih, Kelas Pemilih Pemula Terus Berlanjut

BONDOWOSO , Kpud-Bondowosokab.go.id.- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bondowoso terus memassifkan kegiatan pendidikan pemilih dalam kelas kegiatan pendidikan pemilih pemula. Dalam satu hari, KPU Bondowoso menyambangi dua sekolah untuk mengenalkan tentang penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah. “Harapan KPU,  adik-adik pelajar dapat secara sadar menggunakan hak pilihnya dan datang ke TPS, sehingga dapat meningkatkan partisipasi dalam Pilkada dan Pemilu,” kata Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Bondowoso, Saifullah dalam kegiatan Kelas Pendidikan Pemilih Pemula di SMA Negeri 1 Bondowoso,  Selasa (31/1).

Kegiatan Kelas Pendidikan Pemilih Pemula merupakan  aktivitas yang digagas KPU Kabupaten  Bondowoso untuk mendorong peningkatan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso pada 2018 maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Anggota DPR, DPD,  DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten pada 2019.

Pada Selasa (31/1), KPU Bondowoso menyambangi SMA Negeri 1 Bondowoso dan SMK N Tapen 1 Bondowoso.  Di SMA Negeri 1 Bondowoso, kegiatan tersebut diikuti oleh 39 siswa dengan umur 15-17 tahun.

Dalam kelas Pendidikan Pemilih Pemula tersebut, Saifullah mengenalkan pengetahuan dasar tentang pemilu  meliputi hak-hak warga negara, pengertian pemilu, penyelenggara pemilu, pentingnya menggunakan hak pilih dalam Pemilu dan Pilkada, tahapan-tahapan Pemilu,  serta tanya jawab tentang kasus-kasus yang dimungkinkan terjadi dalam proses Pemilu dan Pilkada. “Tugas KPU diatur oleh undang-undang, sehingga KPU tidak ngarang-ngarang sendiri,”

Dia menambahkan, pemilih pemula memiki peran yang penting dalam menyukseskan penyelenggaraan Pilkada dan Pemilu yang akan diselenggarakan KPU Bondowoso. Pasalnya, jumlah pemilih pemula di Bondowoso memiliki jumlah yang signifikan. Dengan pendidikan pemilih pemula, kualitas partisipasi politik masyarakat akan meningkat sehingga dapat dapat meningkatkan kualitas hasil pemilu.

“Pelajar punya hak untuk menentukan pemimpinnya.  Akan menjadi masalah kalau ada orang yang berpikir pilihannya tidak berpengaruh terhadap siapa yang akan menjadi pemimpinnya,” paparnya.

Menanggapi sosialisasi tersebut, salah seorang siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bondowoso Bima Rama menanyakan mengenai hak memilih bagi warga negara yang sedang bekerja di luar negeri. “Bagaimana hak TKI di luar negeri? Apakah bisa memilih,” ucapnya.

Menjawab hal tersebut, Saifullah memaparkan, warga negara Indonesia yang sedang bekerja di luar negeri masih memilih hak pilih dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Anggota DPR RI. Oleh karena itu, KPU RI memfasilitasi hak pilih warga negara tersebut dengan membuat TPS di Luar Negeri (TPS LN) beserta panitia pemilihannya. Namun, dalam pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati/Wakil Bupati serta Pemilihan Walikota/Wakil Walikota, warga negara yang pada saat pemilihan itu  dilakukan sedang berada di luar negeri tidak bisa menggunakan hak suaranya. (idi/kar/sf)

Mungkin Anda Menyukai