Pemberitaan Perlu Miliki Idealisme Untuk Cerahkan Masyarakat

Bogor, kpu.go.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Juri Ardiantoro dalam acara temu keakraban media massa dengan KPU memaparkan bahwa dalam melakukan peliputan, media massa perlu memiliki idealisme untuk memberikan manfaat positif kepada masyarakat, Sabtu (26/11)
 
“Karena sering meliput kegiatan KPU dan dunia kontestasi politik tentu dalam beberapa hal mempengaruhi posisi teman-teman dalam memberitakan. Bahwa di tengah orang punya banyak kepentingan terhadap pemberitaan tersebut, pada akhirnya kita (KPU) ingin bahwa ada idealisme dalam pemberitaan sehingga masyarakat bisa mendapat manfaat dari pemberitaan yang dibuat,” tutur Juri.
 
Idealisme tersebut perlu dimiliki oleh media karena Juri memandang KPU dan media massa merupakan 2 (Dua) entitas yang sama-sama memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan politik yang positif kepada masyarakat.
 
“Baik kita, KPU, maupun teman-teman sebagai jurnalis adalah dua entitas yang sama-sama punya tujuan untuk mendidik masyarakat secara politik,” terang dia.
 
Terkait pendidikan politik tersebut, Anggota KPU RI, Ferry Kurnia Rizkiyansyah menjelaskan bahwa tugas tersebut bukan saja milik KPU. 
 
Untuk memaksimalkan fungsi tersebut, Ferry mengatakan perlu peran media agar masyarakat tidak hanya mengenal calon pemimpinnya sebatas image dan citra saja, tetapi juga berdasarkan visi-misi dan program yang diusung oleh masing-masing calon.
 
“Lebih jauh daripada itu adalah bagaimana kita mengupayakan pendidikan politik. Tidak hanya berdasarkan citra, dan bagaimana menarik simpati masyarakat. Ini PR kita bersama bagaimana visi-misi, program pasangan calon itu bisa diketahui masyarakat secara luas,” papar Ferry.
 
Mengenai informasi para peserta pemilihan, Anggota KPU RI, Hadar Nafis Gumay yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, KPU sudah memiliki Sistem Informasi Tahapan Pilkada (SITaP) yang di dalamnya berisi informasi lengkap seputar tahapan pilkada termasuk informasi detail para peserta pemilihan. 
 
“Di SITaP kami, di bagian calon itu ada banyak informasi, mulai ijasah dan semua dokumen-dokumen syaratnya terpasang. Laporan keuangan yang di awal dan nanti yang di akhir juga kita pasang, termasuk hasil auditnya juga kita pasang lengkap, tujuannya agar masyarakat bisa lihat, ini laporannya seperti ini,” kata Hadar.
 
Meski telah menyiapkan SITAP, Hadar menyadari tidak semua masyarakat bisa mengakses sarana tersebut, untuk itu Ia meminta media massa untuk membantu KPU dalam melakukan penyebarluasan informasi kepemiluan.
 
“Tetapi setelah kita sediakan apakah masyarakat memanfaatkan ini? Nah itu yang masih sulit. Masyarakat lebih gampang melihat sepintas, misalnya dari pemberitaan, televisi terutama, hanya kesan yang selintas saja. Ini tantangannya yang harus kita beresin bareng-bareng termasuk teman-teman di media. Jadi mohon menceritakannya bukan imagedan citra selintas para calon, tapi tentu yang penting detilnya, background-nya seperti apa,” kata Hadar.
 
Diakhir pertemuan tersebut, Juri berharap hubungan antara KPU dan media massa menjadi semakin erat, di satu sisi KPU terbantu dengan kehadiran media massa, di sisi lain media massa bisa menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya dengan baik.
 
“Mudah-mudahan relasi kita semakin baik, KPU semakin terbantu dengan hadirnya teman-teman, dan teman-teman bisa menjalankan tugas jurnalistiknya dengan baik. Sekali lagi kami titip kepada teman-teman semua, mari dorong dan ajak masyarakat untuk kembali mencintai dan membangun kepercayaan terhadap pemilu, terhadap KPU,” terang Juri. (rap/red. FOTO KPU/ook/Hupmas)
Sumber Berita : http://www.kpu.go.id/index.php/post/read/2016/5488/Pemberitaan-Perlu-Miliki-Idealisme-Untuk-Cerahkan-Masyarakat

Mungkin Anda Menyukai