PILKADA 2018, KPU JATIM TETAP FOKUSKAN PENDIDIKAN PEMILIH PADA 5 KELOMPOK SASARAN

Surabaya, kpujatim.go.id– Dalam upaya tingkatkan partisipasi masyarakat di Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) tahun 2018, Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) akan tetap memfokuskan pada lima (5) kelompok sasaran sebagaimana pada Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2014 yang lalu. Lima kelompok sasaran ini yakni, pemilih pemula, perempuan, agama, marginal dan disabilitas.

Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM dan Parmas) KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro dalam acara kunjungan BEM FISIP Universitas Brawijaya ke KPU Jatim (29/3), menyampaikan bahwa upaya peningkatan partisipasi masyarakat memfokuskan kepada lima kelompok atau segmentasi tersebut karena mengingat adanya keterbatasan waktu, sumber daya manusia, waktu, dan sebagainya. “Pertama, kelompok pemilih pemula adalah kelompok yang baru pertama atau sama sekali belum mengikuti pemilu. Kedua, kelompok perempuan, dimana perempuan sering diidentikkan sebagai kelompok terbelakang dalam bidang politik. Ketiga, kelompok agama. Keempat, kelompok marginal, yaitu mereka yang terpinggirkan karena sistem. Seperti, nelayan, petani, pedagang kaki lima, dan lain-lain. Terakhir, kelompok disabilitas, teman-teman yang terlahir atau karena suatu sebab memiliki keterbatasan fisik. Lima kelompok ini jangan sampai tidak terfasilitasi didalam menggunakan hak pilihnya,” jelas Gogot.

Menurut Gogot, untuk kelompok disabilitas, KPU sejak awal sudah berusaha memfasilitasi. Saat ini KPU RI pun memiliki program Pemilu Disabilitas Akses. “Selain itu, beberapa hal yang Kita fasilitasi misalnya pertama, dalam pendirian TPS tidak boleh disediakan di tempat yang tinggi atau berundak. Ini agar memudahkan teman-teman yang menggunakan kursi roda. Kalau misalnya terpaksa mendirikan TPS di daerah yang tinggi, maka harus ada akses untuk teman-teman disabilitas. Kedua, untuk teman-teman tunanetra, Kita juga siapkan template dengan huruf Braille. Jadi bisa memilih tanpak diwakili. Ini bagi tunanetra terpelajar. Jika tidak dapat membaca bisa diwakilkan kepada KPPS yang dipilih dengan syarat membuat surat pernyataan menjaga kerahasiaan. Berikutnya lagi terkait penataan TPS. Kita memang memperhatikan betul jarak antara bilik suara dengan tembok, yang harus bisa diakses oleh kursi roda. Kemudian meja untuk meletakkan kotak suara harus lebih rendah dari meja yang lain. Sehingga mudah diakses difabel,” papar Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim ini.

(AACS)

Sumber Berita : http://kpujatim.go.id/berita-kpu-jatim/pilkada-2018-kpu-jatim-tetap-fokuskan-pendidikan-pemilih-pada-5-kelompok-sasaran/

Mungkin Anda Menyukai