Relawan Demokrasi, Sentuh Pondok Pesantren

www.kpu.bondowosokab.go.id, Bondowoso–Relawan Demokrasi terus menggalakkan sosialisasi pemilihan umum. Berbagai segmentasi didekati. Hal itu sebagai upaya agar partisipasi masyarakat dalam Pemilu 27 Juni 2018 bisa meningkat.

Seperti dilakukan Relawan Demokrasi (Relasi) Dapil 5, mereka menyasar Pondok Pesantren Nurul Kholil Curahdami. Para santriwati, mendapatkan penjelasan seputar demokrasi dan Pilkada 2018.

Relasi Dapil 5 terlebih dahulu membahas tentang sejarah Pemilihan Umum di Indonesia. Dimana mulai awal kali pada 1955 sampai masa reformasi. Dimana penyelenggaranya juga berganti-ganti. Awalnya Panitia Pemilihan Indonesia (PPI), kemudian berubah menjadi Lembaga Pemilihan Indonesia (LPI) sampai akhirnya menjadi Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini. “Jadi ada sejarah panjang mengenai pemilu, karena itu remaja masa kini harus mengetahui sejarahnya dan harus berpartisipasi dalam Pemilu,” ujar Sholikhul Huda, Relasi Dapi 5.

Puluhan Santriwati ini terlihat gayeng mengikuti forum. Sebab memang dalam forum itu, tidak kaku. Banyak gurauan dan candaan dilepas oleh relawan.

Selain relawan, dua PPK Curahdami juga ikut dalam sosialisasi itu. Yakni Abdul Muqit dan Abdul Qodir. Disela acara, PPK juga menjelaskan tentang pentingnya Pilkada kepada santri yang mayoritas masih menjadi pemilih pemula tersebut.

Seperti disampaikan Abdul Qodir, jika Pemuda Masa kini adalah Pemimpin Masa Depan. Artinya pemahaman politik harus dikuasai sejak dini. Sehingga nantinya ketika kembali ke masyarakat, para santri Ponpes Nurul Kholil sudah paham tentang politik dan juga bisa memberi manfaat kepada masyarakat.

Perlu diketahui, Relasi Dapil 5 ada lima orang. Selain Sholikhul Huda, ada Heniwati, Nur Hayati, Ernawati dan Saiful Khoir. Mereka relasi dari berbagai elemen masyarakat. Tujuannyaa adalah membantu KPUD Bondowoso meningkatkan partisipasi pemilih. (Relasi)

Mungkin Anda Menyukai