Sebagai penyelenggara KPU, PPK dan PPS harus mempunyai intergritas yang baik, jujur dan adil

www.kpud-bondowosokab.go.id, Bondowoso (31/7)  Hairul Anam, Ketua KPU Bondowoso melakukan dialog interkaktif di stasiun Radio Mahardika 91.1 Fm sekitar jam 10.00 WIB di dampingi Sukaryono (Kasubbag Program dan data) serta Saparullah (staf Teknis Penyelenggara Pemilu dan hupmas) dengan pandu siar “mbhak dewi”.

Pada awal siaran Hairul Anam menyampaikan bahwa Kpu sesuai tupoksi menyelenggarakan Pilkada dan pada tahun depan,tepatnya pada tanggal 27 juni 2018 kita akan menyelenggarakan Pilkada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena Pilkada kali ini kita akan melakukan Pemilihan Kepala Daerah Serentak di beberapa Provinsi, Kaupaten/kota seluruh Indonesia dan khusus Bondowoso, Pemiliha Kepala Daerah (Pilkada) Bupati /Wakil Bupati dan Gubenur/Wakil Gubenur Jawa Timur. Demi penyelenggaraan tersebut KPU sangat membutuhkan suport dan dukungan dari lapisan masyarakat, sehingga pilkada ini berjalan sukses

Lebih lanjut “Cak Anam” menjelaskan secara garis besar tahapan Pilkada dibagi 3 : masa persiapan . penyelenggaraan dan masa penyelesaian hasil, sehingga tahun 2017 fokus  masa persiapan  dan sudah dilakukan masa perencanaan dan penganggaran , dan alhamdulillah sudah selesai tinggal penyelesaian secara administrasi.

Juga pada tanggal 12 juli 2017, KPU menyelenggarakan lomba Maskot dan Jingle  dengan  hadiah total 16.5 juta dan diharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat ikut berpartisipasi

Awal 12 oktober- 11 November 2017 kami akan melakukan tahapan krusial, kami akan membentuk badan adhoc sebagai penyelenggara PPK  ditingkat Kecamatan dan PPS di tingkat Desa, tahapan ini sangat  penting  dlama penyelenggaraan , karena suksesnya penyelenggaraan ditentukan oleh rekan rekan yang di PPK dan PPS karena mereka adalah Ujung Tombak pelaksanaan.  Untuk PPS  yang kami rekrut 3 Org/desa berarti 3 x 219  sekitar 657 org  sedangkan PPK 5 org per kecamatan  kali 23 Kecamatan 115 orang.

Ada beberapa Syarat – syarat untuk menjadi penyelengara adalah yang pertama  WNI, berusia 25 tahun , setia kepada Pancasila  kemudian selanjutnya  mempunyai intergritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil., kami akan titik beratkan karena selaku sebagai penyelenggara negara, baik KPU, PPK dan PPS  harus mempunyai  intergritas yang baik,  jujur dan adil sedangkan jujur pengertian simpelnya adalah mampu mengamankan suara jadi tidak sebagai penyelenggara mengotak ngatik perolehan suara sedangkan adil pengertiannya memperlakukan sama semua pihak.

Pada pertengahan dialog “mbhak Dewi”  membacakan pesan dari Hendro (Pendengar Radio) yang disampaikan lewat media Whatsapp agar KPU bekerjanya lebih profesional karena anggaran pemilu 40 M lebih dari APBD, di usahakan jangan sampai ada lagi ada orang yang memberikan double dan rkoordinasi dengan dinas terkait lebih bagus lagi dan diharapkan sosialisasi tata cara pemilihan nanti ditingkatkan lagi terutama untuk masyarakat pedesaan.

Menanggapi pertanyaan dan saran dari “Hendro”, Ketua KPU menyampaikan bahwa hal tersebut sudah menjadi hal mutlak untuk menjadi penyelenggara yang profesional, mengenai pemilih yang dobel atau menggunakan hak suara dobel kita akan sedari dari awal dan nanti akan kami kaitkan dengan pemutakhiran daftar pemilih sedangkan koordinasi dengan dinas terkait sudah beberapa kali dilakukan bahkan akan kami lebih intensifkan, karena  koordinasi dengan  pihak lain  sangat dibutuhkan, karena mengawal pelaksanaan pilkada agar sukses tidak hanya bisa dilakukan oleh KPU saja namun suport dari seluruh satker Pemerintah Daerah dan rekan-rekan ormas sedangkan mengenai pelaksanaa sosialisasi kepada masyarakat sudah kami lakukan namun sifatnya  secara umum dan kalau secara  teknis nanti  akan dilakukan pada saat tahapan dengan di bantu oleh PPK dan PPS.

Dan Via telepon “Eyang  Fadli”  mengusulkan ajakan pada saat  pelaksanaan disampaikan secara “ halo-halo” lewat pengeras suara, terutama pada saat-saat  jam  penutupan sehingga pemilih yang sibuk tidak terlambat.

Hairul Anam dengan senang menanggapi usul dari “Eyang Fadli” bahwa KPU memang akan memanfaatkan fasilitas yang ada di masyarakat seperti Musholla dan Masjid, jadi kami akan minta kepada PPS untuk bekerja sama dengan Takmir Masjid untuk juga mengumumkan jauh-jauh hari pelaksanaan dan rencannya kami akan memerintahkan seluruh TPS untuk menyediakan pengeras suara untuk mengajak pemilih terutama pada saat- saat terkahir, sehingga tidak ada pemilih yang lupa/terlambat sehingga kehilangan hak suaranya.

Pada sesi terakhir Dewi Karya Susilowati yang lebih akrab di sapa Mbhak Dewi menanyakan tentang Update data daftar pemilih kepada Sukaryono (Kasubbag Program Data) yang hadir mendampingi Ketua KPU Bondowoso, yang langsung di jawab dengan lugas bahwa setelah bulan November –Desember ada ceklist DP-4 yang diberikan oleh Depdagri kepada KPU RI yang akan diteruskan kepada KPU Provinsi/Kabupaten selanjutnya data tersebut akan mutakhirkan oleh sekitar 15.000 petugas P2DP se Bondowoso  dengan cara pencocokan dan penelitian. (teknishupmas)

Mungkin Anda Menyukai